28 Desember 2016
Kekaguman akhir tahun
by
mia marissa
at
2:09 PM
0
responses
Label: learning, pelatihan anak, save the children, sekolah aman bencana, siaga bencana
10 September 2016
Seramah apa sekolah kita?
by
mia marissa
at
8:02 AM
0
responses
Label: learning, pendidikan, psikologi, sekolah ramah anak
18 Juni 2016
Piper
Sekawanan burung kedidi mendarat di hamparan pasir yang baru saja dibasuh ombak. Mereka mematuk mencari kerang untuk dimakan. Tak sampai semenit, ombak datang dan dengan sigap mereka terbang.
Sempat heran, apa yang mendorong para senimannya membuat karya sedemikian indah? Dengan teknologi yang tentunya tidak sederhana, tidak murah, membutuhkan kesabaran untuk mengoreksi, sementara teknologi terus saja meningkatkan kemahirannya. Karya terbaik mereka tahun ini barangkali mudah dilupakan oleh orang dan oleh jaman yang semakin mampu menghasilkan efek visual yang lebih baik di tahun-tahun mendatang. Film pendek yang menjadi pembuka film utama ini barangkali diingat samar-samar kisahnya dibandingkan isi film utama yang dibicarakan oleh banyak penontonnya.
Tentu ada spirit luar biasa yang mendasari para seniman ini. Tampaknya yang mereka berikan bukan sekadar warna dan efek visual. Bukan itu, karena warna dan efek bisa pudar oleh jaman. Sepertinya, yang mereka beri adalah nilai-nilai sejati kehidupan, yang mereka anggap baik untuk diteruskan kepada anak-anak, pun orang dewasa. Kepada setiap hati yang tersentuh.
Biar nilai-nilai itu terus hidup, tak pudar, tak tergerus.
by
mia marissa
at
12:35 AM
0
responses
23 Oktober 2015
22.22
Dua puluh dua. Dua puluh dua
Hari ini harapan telah bersua
Menghabiskan hari berdua
Meski belum menyaksikan puisi bersuara
Biarlah dua hati bersuka
Sukacita bertemu idola
Dipuja namun tetap sederhana
Mengamati idola inginnya serupa
Sederhana rendah hati ramah terbuka
Serupa memang tetap tak sama
Maka terbukalah diri menerima karunia
Sama murninya dari Pencipta
Karunia mencipta harapan jadi nyata
by
mia marissa
at
11:33 PM
0
responses
Label: sajak
25 Juli 2015
Menyapa jiwa
"Apakah kamu memberi makan jiwamu?
Apakah kamu bahkan memerhatikannya?
Apakah kamu menyembuhkan atau menyakitinya?
Apakah kamu bertumbuh ataukah menjadi layu?
Apakah kamu mengembang ataukah menyusut?
Apakah jiwamu itu sama kesepiannya dengan pikiranmu?
Apakah jiwamu bahkan lebih terlantar?
Dan kapan terakhir kali kamu merasa jiwamu itu diekspresikan?
Kapan terakhir kali kamu menangis gembira?
Menulis puisi? Bermusik? Menari di tengah hujan? Memanggang kue? Melukis apa saja? Memperbaiki sesuatu yang patah? Mengecup bayi? Menempelkan seekor kucing pada wajahmu? Mendaki bukit? Berenang telanjang? Berjalan saat mentari terbit? Memainkan harmonika? Mengobrol hingga fajar merekah? Bercinta berjam-jam? Menyatu dengan alam?
Mencari Tuhan?
Kapan terakhir kalinya kamu duduk sendirian ditemani keheningan, berjalan ke relung hatimu yang terdalam?
Kapan terakhir kalinya kamu menyapa jiwamu?"
-Neale Donald Walsch, dalam Conversations with God Buku 2-
by
mia marissa
at
10:47 PM
1 responses
Label: spiritualitas
Copyright © 2011 la mia opinione
Designed by headsetoptions, Blogger Templates by Blog and Web



